Data Benchmark KPI Ecommerce 2017

Data Benchmark KPI Ecommerce 2017

Sebuah perusahaan layanan digital marketing Wolfgang Digital merilis sebuah data studi analisis terkait ecommerce. Yang menarik untuk saya, analisa data ini menggunakan data sample ecommerce yang cukup besar yaitu diambil dari sekitar 143 juta web session (visit) dengan income online hingga $531 juta.

 

Studi kasus ini memberikan hasil analisa yang keren, dan bisa kita gunakan sebagai parameter kesuksesan dan pembuatan strategi kedepan untuk yang memiliki bisnis di bidang ecommerce. Berikut beberapa data analisis yang dirilis oleh studi tersebut :

 

Sumber Traffic Ecommerce Terbesar

 

Untuk retail sumber traffic terbesar berasal dari google organic yang disusul oleh Google CPC. Hal yang menarik disini adalah pada industri travel, dimana sumber traffic terbesar kedua bukan berasal dari Google CPC namun berasal dari Direct traffic.

 

Direct traffic selain berasal dari visitor yang mengetikan url secara langsung pada browser, juga merupakan gabungan dari “Dark Traffic” yang google tidak mengenal dari mana sumber traffic tersebut berasal contohnya apabila ada visitor yang membuka sebuah link di Whatssapp.

 

Ditahun 2017 ini terjadi peningkatan “Dark Traffic”  yang signifikan, apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Namun apabila dibandingkan dengan data di tahun sebelumnya, terjadi penurunan untuk traffic dan  income yang berasal dari search engine, dengan penurunan sebesar 7% untuk traffic ( 2017 : 62% , 2016 : 69%) dan 5% untuk revenue ( 2017 : 63% , 2016 : 67%).

 

 

Path To Purchase Ecommerce

 

 

Path to purchase merupakan berapa lama ( dalam klik dan hari) konsumen hingga akhirnya terjadi konversi ( melakukan transaksi). Menariknya di tahun 2017 , customer membutuhkan klik lebih lama 12% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Lebih banyaknya jumlah klik menunjukan customer melakukan beberapa tindakan untuk memastikan/meyakinkan niatnya sebelum bertransaksi. Tindakan tersebut bisa berupa memastikan spesifikasi produk sudah benar, melihat penjelasan metode pengiriman, cara pengembalian barang dll.

 

Kunjungan Ecommerce Via Mobile Dan Desktop

 

 

Di tahun 2017 ini terdapat dominasi dan peningkatan untuk traffic yang berasal dari mobile yaitu di 52% dan merupakan traffic yang tertinggi apabila dibandingkan dengan desktop 36% dan tablet 12%.

 

Namun untuk revenue desktop masih tetap yang tertinggi ( sekitar 61% dari total revenue) berikut saat konversi terjadi oleh customer desktop, mereka menghabiskan waktu 20% per order lebih lama dibandingkan dengan customer mobile.

 

Konversi Dan Average Order Value Ecommerce

 

 

Berdasarkan data dari wolfgang digital, average conversion rates dari ecommerce adalah 1.6%. Yang terbesar berasal dari travel yaitu sebesar 2.4%, sedangkan untuk retail berada di 1.39%.

 

Time On Site Ecommerce

 

 

Terdapat korelasi yang kuat antara berapa lama waktu yang dihabiskan customer di sebuah website dengan conversion ratesnya (0.6). Berdasarkan data dari wolfgang digital, dengan adanya peningkatan time on site 16% , hal tersebut akan ikut meningkat sekitar 10%. Selain itu page per session juga memiliki korelasi yang kuat dengan revenue growth (0.25).

 

Kecepatan Load Web Ecommerce

 

 

Rata-rata kecepatan website yang dianalisa sebagai sample data adalah 6 detik. Angka ini sangat jauh dari yang direkomendasikan yaitu di 2 detik. Selain itu terdapat korelasi yang kuat antara kecepatan load dengan konversi, dimana setiap peningkatan kecepatan 1.6 detik akan berpengaruh ke pertumbuhan revenue sebesar 10%.

 

Pertumbuhan Revenue Ecommerce Tercepat

 

 

Website yang memiliki lebih banyak pageview yang berasal dari mobile memiliki pertumbuhan revenue yang lebih cepat.

 

Source Revenue Ecommerce Terbesar

 

 

Sumber revenue terbesar berasal dari email, yang memiliki 3 kali lipat revenue yang dihasilkan dari Facebook. Selain itu website yang memiliki lebih banyak traffic bersumber dari email memiliki AOV yang lebih besar.

 

Key Getaway :

– Organic search tetap menjadi prioritas utama untuk mendatangkan lebih banyak traffic, so lets keep rock’n with SEO.

– Peningkatan Dark Traffic mengindikasikan perlunya platform multi channel yang digunakan untuk berkomunikasi dengan customer seperti Whatsapp, Line, dll.

– Strategi konten yang harus sudah disiapkan untuk customer yang berada di tahap awareness, consideration hingga decision untuk mempersingkat path to purchase. Salah satunya dengan membuat semua alur menjadi lebih singkat ( alur check out, registrasi dll.).

– Halaman produk harus memiliki value optimal dari sisi informasi, tata cara order hingga cara pengembalian barang untuk memaksimalkan user experience customer.

– Saat ini adalah masa transisi konversi dari desktop user ke mobile user, kunjungan via mobile akan semakin tumbuh dari tahun ke tahun ( berbanding lurus dengan konversi) dan mobile user experience harus turut dioptimize.

– Konten web yang memiliki value untuk user experience customer dapat meningkatkan time on site dimana hal tersebut sangat berpengaruh untuk meningkatkan potensi terjadinya transaksi.

– Pageview dan load speed merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh ecommerce untuk meningkatkan konversi.

– Fokus kepada Organic traffic, Google CPC dan Email sebagai main source traffic untuk memaksimalkan konversi, namun dengan tetap develop channel lain seperti social media dan social ads.

Haryo Wibowo

Digital marketing manager at kliknklik.com. A/B testing maniacs , fall in love with metrics, conversions, SEO, big data and ecommerce . Like to play guitar all day and see new things.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.