Ecommerce 2.0 : Strategi Untuk Bisnis Dan Brand

Ecommerce 2.0 : Strategi Untuk Bisnis Dan Brand

Berbeda dengan Ecommerce 1.0 yang umumnya terlihat statis, informasi yang sedikit, navigasi yang sulit berikut fitur yang terbatas, Ecommerce 2.0 memiliki konten yang memanjakan user dari sisi interface , experience, kemudahan dalam navigasi dan pencarian produk hingga mengkombinasikan social shopping environment.

Andy dunn yang merupakan CEO dari Bonobos menjelaskan empat tipe ecommerce 2.0 , tipe ecommerce tersebut adalah Proprietary pricing, Proprietary selection, proprietary experience dan Proprietary merchandising.

 

Proprietary Pricing

Proprietary pricing merupakan ecommerce yang spesifik ke flash sale. Diskon spesial yang berlangsung dalam rentang waktu tertentu ( biasanya hanya sebentar karena faktor urgency yang ditonjolkan ke customer).

Dengan menawarkan akses ekslusif untuk harga yang lebih murah, ecommerce tipe ini dapat tumbuh secara cepat karena harga merupakan salah satu trigger terbaik untuk mengundang traffic web, mengoptimalkan konversi dan transaksi secara online di web.

Salah satu ecommerce 2.0 players tipe Proprietary pricing di US adalah Hautelook dan Gilt. Hautelook sama halnya dengan Gilt merupakan website belanja online yang menawarkan flash sale untuk top brand fashion bagi membernya.

Hautelook , di webnya terdapat event promo harian yang dimulai setiap jam 8 pagi “ Every day we curate new events for women, men, kids, beauty and home, featuring brands you already love at amazing prices up to 75% off. Events begin at 8AM Pacific and are shoppable for a limited time” . Selain itu juga Hautelook memiliki jadwal flash promo berdasarkan brand yang terletak di bagian footer webnya.

 

Proprietary Selection

Proprietary selection merupakan tipe ecommerce 2.0 yang fokus terhadap kategori/audience tertentu. Tipe ecommerce ini sedikit dekat dengan tipe Proprietary Merchandise namun untuk tipe Proprietary selection lebih exclusive dibandingkan dengan tipe Proprietary Merchandise.

Exclusive disini terkait dengan 3 hal yaitu :

  1. Assortment yang sangat spesifik dalam pengkategorian produknya, sehingga menghasilkan user experience yang sangat berbeda untuk customer.
  2. Produk yang dijual sulit dicari di pasaran , baik online maupun offline.
  3. Kekuatan dari komunitas yang terdiri dari loyal customer.

Ecommerce 2.0 tipe PS sangat mengetahui karakter customer yang dicombine dengan pengetahuan produk yang mereka jual. Contoh ecommerce 2.0 players untuk tipe PS adalah modcloth dan Nastygal.

 

Proprietary Experience

Model ecommerce 2.0 tipe PE ini lebih unik dan menonjolkan experience berikut problem solving untuk customer. Beberapa contohnya adalah :

Justfab : yang menggunakan sistem VIP membership yang akan mendapatkan banyak benefit seperti private promo event , hemat 30% dari harga reguler hingga gratis pengiriman untuk pengembalian barang.

Birchbox : Merupakan ecommerce peralatan kosmetik, dengan sistem berlangganan. Ditujukan untuk customer yang tidak memiliki waktu untuk memilih produk kosmetik yang cocok, dengan berlangganan di Birchbox customer akan mendapatkan sample personalized mix untuk tester, yang merupakan paket sample lengkap mulai dari hair style, make up, skin care dan fragrance hanya dengan berlanggan $10/bulannya.

Rent The Runway : Merupakan netflix nya fashion. Slogannya adalah mengapa membeli apabila bisa disewa. Rent The Runway menyediakan fashion dari desainer terkenal.

 

Proprietary Merchandise

Proprietary merchandise merupakan sebuah perusahaan yang membuat brandnya sendiri dan mendistribusikan produknnya melalui ecomemrce sebagai core channelnya.

Dengan menawarkan produk yang tidak dijual secara bebas di pasaran, customer hanya dapat membeli produk tersebut melalui brandnya. Dengan cara ini tipe ecommerce Proprietary merchandise tidak bersaing dengan ecommerce lain dan dapat mengatur margin produknya secara leluasa.

Beberapa contoh ecommerce player dari tipe Proprietary merchandise adalah Bonobos, merupakan brand yang fokus pada produk kategori menswear dan Warby parker yang fokus kepada produk kacamata.

Salah satu tantangan untuk membuat ecommerce 2.0 tipe Proprietary merchandise adalah investasi waktu di aktivitas brand buildingnya. Tujuan akhirnya tipe Proprietary merchandise tidak membuat sebuah perusahaan ecommerce , namun membangun sebuah brand yang memiliki ecommerce sebagai core channel untuk distribusi penjualan produknya.

Last ….

Tipe ecommerce 2.0 tentunya dapat bertambah dan berubah, berbanding lurus dengan perkembangan teknologi, pengaruh disrupsi dan kebutuhan konsumen, yang memungkinkan untuk munculnya ecommerce generasi baru yaitu ecommerce 3.0. Strategi tersebut dapat digunakan oleh bisnis skala kecil dan medium untuk bersaing dengan big players ecomerce besar seperti Lazada dan tokopedia.

Haryo Wibowo

Digital marketing manager at kliknklik.com. A/B testing maniacs , fall in love with metrics, conversions, SEO, big data and ecommerce . Like to play guitar all day and see new things.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.